Pemberdayaan KPM-PKH Dan Sosialisasi Perilaku Makan Untuk Pencegahan Kejadian Stunting Pasca Pandemik Covid-19

Authors

  • Hardianto Haris Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Pancasakti, Makassar
  • Nur Hamdani Nur Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Pancasakti, Makassar
  • Rama Nur Kurniawan K Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Pancasakti, Makassar

Keywords:

Stunting, Perilaku Makan, KPM PKH

Abstract

Kejadian stunting sangat erat kaitannya dengan masalah kemiskinan, dan kemiskinan itu sendiri dapat terjadi karena berbagai macam sebab, yaitu kemiskinan yang bersifat alamiah dan kemiskinan yang bersifat struktural. Untuk menolong mereka yang dalam keadaan miskin antara lain dapat dilakukan dengan cara membekali mereka dengan meningkatkan pendidikan dan keterampilan dari pihak-pihak yang mempunyai kekuasaan dan wewenang. Kemiskinan menyebabkan masyarakat sulit mendapatkan akses makanan bergizi. Meskipun penyediaan makanan bergizi bukan satu-satunya disebabkan oleh kemiskinan, tetapi juga karena faktor kegagalan panen, bencana alam, kerusakan infrastruktur jalan, dan lalin-lain. Namun kemiskinan menyebabkan keluarga mengalami daya beli rendah terhadap pangan. Selain itu, tafsir makanan bergizi oleh masyarakat mengalami ketersesatan pola pikir. Pemenuhan konsumsi makanan hanya dimaknai dengan kenyang, bukan pada kebutuhan tubuh. Akibatnya makanan tercukupi tetapi masalah pertumbuhan tetap tidak mengalami efek yang signifikan. Salah satu kebijakan dalam pencegahan kejadian stunting yang efisien dan efektif adalah pemberdayaan dan peningkatan peran serta masyarakat. Metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab. Metode ceramah digunakan untuk menyampaikan materi terkait perilaku makan untuk pencegahan stunting. Peserta pada kegiatan ini adalah Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM-PKH) yaitu sebanyak 20 orang. Hasil edukasi berbasis penyuluhan dengan media poster menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang dikategorikan baik dari 58,16% menjadi 65,42% yang memiliki pengetahuan baik tentang pencegahan kejadian stunting. Kesimpulan pengabdian ini yaitu terdapat peningkatan pengetahuan yang disebabkan karena penerimaan terhadap materi yang diberikan sangat baik dan mudah dipahami oleh KPM PKH.

References

Anggraini, 2018. Atasi Stunting Dengan Program Keluarga Harapan. https://indonesiabaik.id/infografis/atasi-stunting-dengan-program-keluarga-harapan

Ayu Puspita Ningrum, 2020. Pemberdayaan Keluarga Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Melalui Family Development Session (FDS) (Studi Deskriptif pada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Desa Centong, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto) Skripsi Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Jember

Rostikawati, Puspita, Masrukin, dan Djawahir, 2020. Pemberdayaan masyarakat dalam Program keluarga Harapan (PKH) melalui KUBE “kelingan Bose” Desa Bojongsari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, (online) Prosiding Seminar Nasional dan Call for Papers ISBN 978-602-1643-65-5

Salmiah, 2020. Kontribusi Program Keluarga Harapan (PKH) dalam Pencegahan Stunting di Indonesia

Kurniadi dan Mulyono 2019. Faktor Risiko Terjadinya Stunting Anak Usia di Bawah 5 Tahun. (Online) Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes – Volume 10 Nomor 4, Oktober 2019 p-ISSN 2086-3098e-ISSN 2502-7778. Diakses pada tanggal 14 November 2020 dari http://forikes-ejournal.com/index.php/SF/article/view/502

UNICEF. 2018. Joint Child Malnutrition Estimates 2018 edition – interactive dashboard [Internet]. 2018. Available from: https://data.unicef.org/resources/global-nutrition-report-2017-nourishingsdgs/

Downloads

Published

2022-01-18

How to Cite

Haris, H. ., Nur, N. H., & Kurniawan K, R. N. (2022). Pemberdayaan KPM-PKH Dan Sosialisasi Perilaku Makan Untuk Pencegahan Kejadian Stunting Pasca Pandemik Covid-19. Locus Abdimas, 1(1), 24–31. Retrieved from https://journal.tritunas.ac.id/index.php/LoA/article/view/28