Penanaman Tanaman Mangrove (Rhizophora) SePenanaman Tanaman Mangrove (Rhizophora) Sebagai Penopang Ekowisata Kampung Blekok Kabupaten Situbondobagai Penopang Ekowisata Kampung Blekok Kabupaten Situbondo

Authors

  • Muhammad Thoifur Fajar Universitas Abdurachman Saleh Situbondo
  • Awwaly Maulidna Adhenta Nuriyante Universitas Abdurachman Saleh Situbondo
  • Nurul Alifia Kasih Universitas Abdurachman Saleh Situbondo
  • Valen in Fajria Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Keywords:

Tanaman Mangrove, Ekowisata, Kampung Blekok

Abstract

Tanaman Mangrove (Rhizophora) merupakan tanaman jenis dikotil yang hidup di air payau dan air laut. Komunitas tanaman mangrove membentuk hutan mangrove yang memiliki fungsi sebagai pelindung abrasi pantai dari gelombang laut, ekosistem biota laut, penyerap emisi gas karbondioksida dan penghasil gas oksigen serta sebagai ekowisata. Ekowisata tanaman mangrove di Kabupaten Situbondo yaitu ekowisata kampung Blekok. Ekowisata kampung Blekok Kabupaten Situbondo merupakan destinasi wisata hutan mangrove yang memiliki berbagai macam spesies tanaman mangrove dan menjadi lahan penghasilan warga setempat. Wilayah ekowisata kampung Blekok, masih terdapat lahan mangrove yang luas dan tidak sepenuhnya belum ditanami tanaman mangrove, sehingga dengan kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menanam tanaman mangrove bersama komunitas peduli lingkungan dan dapat membantu menopang ekowisata kampung Blekok Kabupaten Situbondo. Metode dalam penanaman tanaman mangrove, menyiapkan alat tanam, mengumpulkan dan membagi bibit tanaman mangrove serta tali pengikat ke berbagai kelompok komunitas peduli lingkungan dan menanam tanaman mangrove dengan mengikatnya ke penyangga kayu yang disediakan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini, penanaman bibit tanaman mangrove sebanyak 1.500 bibit yang disediakan oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup dapat terselesaikan lancar dengan kerjasama berbagai komunitas peduli lingkungan

References

Agresita, D. 2022. Struktur Komunitas Vegetasi Mangrove Berdasarkan Karakteristik Subtrat, di Keluarahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Makasar. Skripsi. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Hasanuddin. Makasar.

Al Idrus, A., Merha, I.G., Hadiprayitno, G., dan Ilhamdi, M.L. 2014. Kekhasan Morfologi Spesies Mangrove di Gili Sulat. Jurnal Biologi Tropis, Vol 14 (2) : 120-128.

Dewi, Y.K. 2020. Diversitas Vegetasi Mangrove di Pesisir Pantai Blekok Kecamatan Kendit Kabupaten Situbondo Jawa Timur. Jurnal Inovasi Penelitian, 1 (2) : 1-4.

Febrian, A.W., dan Suresti, Y. 2020. Pengelolaan Wisata Kampung Blekok Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Community-Based Tourism Kabupaten Situbondo. Jurnal Administrasi Bisnis, 9 (2) : 139-148.

Hidayat, M.R., Yoza, D., dan Darlis, V.V. 2021. Strategi Pengembangan Ekowisata Hutan Mangrove di Desa Teluk Pambang Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis. Jurnal Ilmu-Ilmu Kehutanan 5 (1) : 33-40.

Jumaedi, S. 2016. Nilai Manfaat Hutan Mangrove dan Faktor-Faktor Penyebab Konversi Zona Sabuk Hijau (Greenbelt) menjadi Tambak di Wilayah Pesisir Kota Singkawang Kalimantan Barat. Jurnal Sosiohumaniora, 18 (3) : 227-234.

Khusni, A.F. 2018. Karakterisasi Morfologi Tumbuhan Mangrove di Pantai Mangkang Mangunharjo dan Desa Bedono Demak Sebagai Sumber Belajar Berbentuk Herbarium pada Mata Kuliah Sistematika Tumbuhan. Skripsi. Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Walisongo. Semarang.

Konom, N.H., Cabuy, R.L., dan Wanma, A.O. 2019. Identifikasi Kerusakan Areal Hutan Mangrove Akibat Aktivitas Penduduk di Daerah Airtiba Kabupaten Kaimana. Jurnal Kehutanan Papuasia, 5 (2) : 153-163.

Nopinilianti, R., Burhanuddin dan Anwari, M.S. 2020. Pola Tanam Propagul dan Bibit Rhizophora stylosa Griftt. Pada Tapak Berlumpur di Areal Rehabilitasi Mangrove Desa Mendalok. Jurnal Tengkawang 10 (1) : 45-61.

Paruntu, C.P., Windarto, A.B., dan Mamesah, M. 2016. Jurnal LPPM Bidang Sains dan Teknologi 3 (2) : 1-25.

Pattimahu, D.V. 2016. Analisis Perubahan Penutupan Lahan Mangrove di Kabupaten Seram Bagian Barat Maluku. Jurnal Hutan Pulau-Pulau Kecil, 1 (1) : 22-27.

Poedjirahajoe, E., Marsono, D., dan Wardhani, F.K. 2017. Penggunaan Principal Component Analysis dalam Distribusi Spasial Vegetasi mangrove di Pantai Utara Pemalang. Jurnal Ilmu Kehutanan, 11 (1) : 29-42.

Putra, W. 2014. Kawasan Ekowisata Hutan Mangrove di Desa Kuala Karang Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Online Mahasiswa Arsitektur Universitas Tanjungpura, 2 (2) : 41-55.

Rini, E.I.H.A.N dan Rahmah, Y. 2019. Penanaman Pohon mangrove di Desa mangunharjo Tugu Semarang Sebagai Bentuk Kepedulian Lingkungan. Jurnal harmoni 3 (2) : 1-5.

Ritohardoyo, S. dan Ardi, G.B. 2014. Arahan Kebijakan Pengelolaan Hutan Mangrove : Kasus Pesisir Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kuburaya, Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Geografi, 11 (1) : 43-57.

Rusdianti, K. dan Sunito, S. 2012. Konversi Lahan Hutan Mangrove serta Upaya Penduduk Lokal dalam Merehabilitasi Ekosistem Mangrove. Jurnal Sosialisasi Pedesaan, 6 (1) : 1-17.

Saadah, D.M. 2020. Perubahan Sosial Masyarakat di Desa Wisata Kampung Blekok dalam Meningkatkan Kesejahteraan Sosial. Skripsi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial, Universitas Jember. Jember.

Downloads

Published

2024-01-10

How to Cite

Fajar, M. T., Nuriyante, A. M. A. ., Kasih, N. A. ., & Fajria, V. in . (2022). Penanaman Tanaman Mangrove (Rhizophora) SePenanaman Tanaman Mangrove (Rhizophora) Sebagai Penopang Ekowisata Kampung Blekok Kabupaten Situbondobagai Penopang Ekowisata Kampung Blekok Kabupaten Situbondo. Locus Penelitian Dan Abdimas, 1(3), 308–314. Retrieved from https://journal.tritunas.ac.id/index.php/LoA/article/view/105