PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP KEMANDIRIAN KELUARGA DALAM MENDAMPINGI PASIEN TUBERCULOSIS PROGRAM DOTS DI RSUD PAPUA BARAT
Abstract
Latar Belakang: Tuberkulosis Paru (TBC) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Keberhasilan pengobatan TBC sangat dipengaruhi oleh kepatuhan penderita, yang tidak terlepas dari peran dan kemandirian keluarga dalam merawat penderita. Penyuluhan kesehatan merupakan bagian penting dari strategi Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS) untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam mendukung pengobatan.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain pre–post test one group. Penelitian dilaksanakan di RSU Provinsi Papua Barat tahun 2025 dengan sampel sebanyak 34 keluarga penderita TBC Paru yang mengikuti program DOTS, menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi untuk menilai tingkat kemandirian keluarga sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji paired t-test dengan tingkat signifikansi p<0,05.
Hasil : Rata-rata tingkat kemandirian keluarga sebelum penyuluhan kesehatan adalah 1,74 ± 0,71 (kategori Mandiri II) dan meningkat menjadi 3,59 ± 0,50 (kategori Mandiri IV) setelah intervensi. Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai t = 15,390 dengan p = 0,000, yang menandakan adanya perbedaan bermakna sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan.
Kesimpulan : Penyuluhan kesehatan tentang TBC Paru berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemandirian keluarga dalam merawat penderita TBC Paru program DOTS.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JoPHIN: Journal of Public Health and Industrial Nutrition

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



