Hubungan Konsumsi Garam Dengan Kejadian Hipertensi Di Dusun Tiu, Kec. Rumbia, Kab. Jeneponto, Sulawesi Selatan
DOI:
https://doi.org/10.63916/jophin.v5i2.380Keywords:
Garam beryodium, Hipertensi, Tekanan Darah, Natrium, Kalium, JenepotoAbstract
Latar Belakang: Asupan garam berlebihan, terutama yang tidak mengandung yodium, sering dikaitkan dengan peningkatan risiko hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara jenis garam yang dikonsumsi dengan kejadian hipertensi pada warga Dusun Tiu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto.
Motode: Studi ini menggunakan rancangan potong lintang (cross-sectional) dengan 220 responden. Data dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan tekanan darah, dan uji cepat kadar yodium.
Hasil: Sebagian besar responden (55,5%) menggunakan garam tidak beryodium, dan tidak ditemukan hubungan bermakna antara jenis garam dan hipertensi (p=0,80).
Kesimpulan: Jenis garam tidak berperan signifikan terhadap kejadian hipertensi, sehingga faktor lain seperti pola konsumsi, aktivitas fisik, dan asupan kalium perlu diperhatikan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JoPHIN: Journal of Public Health and Industrial Nutrition

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



